Water Canon dan Tarian Cakalele Sambut Penerbangan Perdana NAM Air

fb_img_1481196050799

Manado – Pesawat penerbangan perdana NAM Air dengan nomor penerbangan IN603 dari Sorong mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado, Kamis (8/12). Meski cuaca kurang bersahabat, tidak menghalangi suasana penyambutan ketika pesawat perlahan menuju apron, dan disiram oleh 2 kendaraan Water Canon sebagai simbolis ungkapan selamat datang.

Tarian Cakalele juga menjadi suguhan bagi rombongan penerbangan pertama, diantaranya Advisor to CEO NAM Air Frangky Gan, dan Manager Director Operational Sriwijaya Air Richard Budiarto.

“Kami berharap dengan kehadiran NAM Air akan mampu mempermudah aksesibilitas utamanya di wilayah Indonesia Timur, terutama bagi wisman di Sulut yang infonya sudah mencapai 40.000 hingga saat ini,” ucap Frangky.

Kemudian rombongan disambut oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulut Sanny Parengkuan, dan General Manager Bandara Sam Ratulangi Nugroho Jati.

“Semoga dengan bertambahnya rute penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado, akan bisa bernilai positif dan berdampak konstruktif demi kemajuan pembangunan Indonesia, serta pemantapan pada sektor prospektif pariwisata,” ucap Sanny yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara.

Jati menambahkan bahwa sesuai semangat pemerintah daerah, pariwisata menjadi leading sector dan aksesibilitas adalah kuncinya.

“Untuk itu, kami selaku pengelola bandara berupaya sejalan dengan semangat tersebut, baik melalui promosi maupun peningkatan pelayanan. Ini adalah kerja bersama, untuk itu sinergitas harus dijaga guna menunjang pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara,” sambung Jati.

Seperti diungkapkan Frangky, mulai penerbangan perdana hingga tiga hari ke depan untuk tujuan Sorong telah full seat. Besok juga ada terbang perdana untuk tujuan Ambon dan Ternate.

“Sekali lagi selamat untuk NAM Air dan Sriwijaya. Semoga penerbangan ini dapat dinikmati secara berkelanjutan sehingga dapat mendongkrak akselerasi percepatan pembangunan di kawasan Indonesia Timur,” lanjut Sanny.

Acara seremonial dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, doa bersama, dan pemecahan kendi sebagai rasa syukur. [Humas Bandara Sam Ratulangi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *