Warga Syamsudin Noor Antusias Ikuti Simulasi Penanganan Kebakaran

Banjarbaru – Bandara Syamsudin Noor mengajak warga yang tinggal di sekitar bandara, khususnya Kelurahan Syamsudin Noor untuk mengikuti sosialisasi penanganan bahaya kebakaran, laser, drone, dan layang-layang pada Rabu, 11 Januari 2017 bertempat di Kelurahan Syamsudin Noor. Setidaknya ada lebih dari 40 warga mengikuti sosialisasi sekaligus simulasi yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT PT Angkasa Pura I Ke-53 tahun tersebut.

General Manager Bandara Syamsudin Noor, Handy Heryudhitiawan, dalam sambutannya menyampaikan, “Kami belajar dari bandara-bandara lain yang menerima laporan bahwa ada warga yang menggunakan laser serta drone di dekat bandara. Kami tidak ingin ini terjadi di sini karena dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Kami bekerjasama dengan Pertamina ingin membagikan ilmu yang dimiliki agar Bapak dan Ibu semua bersama dalam menjaga keselamatan penerbangan, dan juga dapat menanggulangi bahaya kebakaran karena hari ini kita akan adakan simulasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lurah Syamsudin Noor, Khairil Aqil menyampaikan terima kasihnya atas atensi Bandara Syamsudin Noor, “Kami bersyukur Bandara Syamsudin Noor selain membawa dampak positif bagi perekonomian sekitar juga peduli dengan pentingnya edukasi keselamatan penerbangan dan penanggulangan kebakaran kepada warga. Mari kita sama-sama berpartisipasi menjaga agar jangan sampai hal-hal yang membahayakan terjadi di sekitar kita,” ungkapnya.

Personil Airport Fire Fighting & Rescue Section, Ahmad Faruq memulai pemaparan dengan menjelaskan empat metode menanggulangi kebakaran, diantaranya dengan cara menghilangkan panas, menghilangkan oksigen, menghentikan supply bahan bakar, serta memecah rantai reaksi kimia dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

I Nyoman Darmajaya selaku Safety Management System & Operational Safety Health Section Head menambahkan mengenai bahaya laser, “Laser sejauh 1.127 meter dapat menyebabkan kaget dan hilang konsentrasi. Lebih lanjut pada jarak 365 meter dapat menyebabkan silau dan gangguan penglihatan. Bahkan dapat menyebabkan kebutaan pada jarak 106 meter,” terangnya.

Drone sendiri membahayakan operasi penerbangan jika drone atau layang-layang mengenai badan pesawat atau bahkan masuk mesin pesawat. Layang-layang dan burung dapat mengganggu sistem kerja kemudi pesawat dan roda pendaratan pesawat jika tersangkut.

Warga yang hadir pun menanggapinya dengan memastikan bahwa Bandara Syamsudin Noor akan siap siaga jika suatu saat dimintai bantuan apabila terjadi kondisi darurat kebakaran asalkan tidak mengganggu operasional penerbangan. Warga makin antusias karena di akhir sesi diadakan simulasi pemadaman kebakaran menggunakan APAR dan karung goni basah. [Humas Bandara Syamsudin Noor]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *