Tiga Bandara Angkasa Pura Airports Tambah Jumlah Penerbangan

news-1012

Tiga bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports yaitu Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara El Tari Kupang, resmi menambah jumlah penerbangan. Penambahan jumlah rute penerbangan dari beberapa maskapai ini diharapkan dapat meningkatkan trafik penumpang dan konektivitas wilayah timur Indonesia yang pada akhirnya dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Di Bandara El Tari Kupang, pada hari ini (Kamis, 8/12) telah dilakukan inagurasi penerbangan perdana maskapai Lion Air dengan rute Kupang – Lombok. Sementara itu pada hari sebelumnya (7/12), Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar resmi menambah rute penerbangan baru Makassar-Madinah dari Saudi Arabia Airlines dengan jumlah penerbangan dua kali dalam satu minggu. Di Bandara Sam Ratulangi Manado, terdapat penambahan operasi maskapai penerbangan domestik yaitu NAM Air (Sriwijaya Group) dengan tiga rute penerbangan yang rencananya akan efektif beroperasi pada 9 Desember 2016. Ketiga rute penerbangan tersebut yaitu Manado – Sorong, Manado – Ambon, dan Manado – Ternate.

“Dukungan terhadap penambahan rute penerbangan di tiga bandara Angkasa Pura Airports ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan trafik penumpang dalam negeri dan meningkatkan konektivitas di wilayah timur Indonesia. Wilayah timur Indonesia yang semakin terkoneksi dan mudah diakses, diharapkan dapat meningkatkan distribusi orang dan barang yang pada akhirnya memicu peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Israwadi, Corporate Secretary Angkasa Pura Airports.

NAM Air di Bandara Sam Ratulangi Manado

Tiga rute penerbangan NAM Air dari dan ke Manado terbang setiap hari. Rute pertama Manado-Sorong dijadwalkan pukul 04.30 WITA dan Sorong-Manado pada pukul 12.10 WIT. Sementara rute kedua Manado-Ambon terjadwal lepas landas pukul 15.55 WITA dan Ambon-Manado 18.55 WIT. Sementara rute ketiga Manado-Ternate pada pukul 13.10 WITA dan Ternate-Manado pukul 15.30 WIT.

General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Nugroho Jati menyampaikan bahwa kehadiran NAM Air selain dapat memacu pengembangan sekaligus memperpendek konektivitas penerbangan di kawasan Indonesia bagian timur. Selain itu juga dapat membuka lebih banyak akses untuk masyarakat maupun wisatawan yang akan berkunjung ke Sulawesi Utara. “Kami mendukung sepenuhnya seluruh maskapai yang akan membuka rute baru, terlebih saat ini Bandara Sam Ratulangi Manado telah beroperasi 24 jam. Penambahan jam operasional akan memberikan pilihan bagi maskapai untuk mengatur jadwal penerbangan sekaligus meningkatkan layanan kepada calon penumpang angkutan udara,” ujar Jati.

Sebelumnya, Batik Air telah menambah rute baru Manado-Halim Perdanakusuma yang resmi beroperasi Oktober. Hingga saat ini total 8 (delapan) maskapai penerbangan domestik yang beroperasi di Bandara Sam Ratulangi Manado, yakni Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink, Batik Air, Wings Air, Air Fast, dan NAM Air. “Hingga November, total trafik penumpang sejumlah 2,3 juta penumpang atau meningkat 25% dari periode yang sama tahun lalu sejumlah 1,9 juta penumpang. Pertumbuhan penumpang yang meningkat cukup optimis ini juga salah satunya karena kehadiran maskapai dan rute penerbangan yang baru,” ujar Jati.

Lion Air di Kupang dan Saudi Arabia Airlines di Makassar

Kamis (8/12) ini telah dilakukan inagurasi penerbangan perdana Lion Air dengan rute Kupang-Lombok yang tiba siang ini pukul 12.59 WITA dengan jumlah penumpang sebanyak 24 dan rute Lombok-Kupang kembali terbang pada pukul 13.55 WITA dengan jumlah penumpang sebanyak 44 orang.

Sebelumnya pada Rabu (7/12) juga telah diresmikan rute penerbangan Saudi Arabia Airlines rute Makassar-Madinah dengan penerbangan sepekan dua kali setiap Rabu dan Sabtu. Managing Director General Sales Agent-Indonesia Saudi Airlines Andri Bermawi mengatakan bahwa pembukaan rute baru tersebut seiring dengan pertumbuhan penumpang yang melakukan perjalanan spiritual ke Tanah Suci khususnya pada segmen umrah. Pembukaan rute penerbangan langsung itu didasarkan pada pergerakan jemaah umrah dari Sulawesi Selatan yang menyentuh angka dikisaran 165.000 orang per tahun. Adapun armada pesawat yang disiapkan untuk melayani penumpang dari Makassar yakni Boeing 747-400 double decker dengan kapasitas 450 penumpang. [DR/AD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *