Tepat di HUT RI, Terminal B Bandara Adisutjipto Yogyakarta Mulai Dioperasikan

IMG_9540

Sambil menunggu pembangunan bandara baru di Kulonprogo, Angkasa Pura Airports berinisiatif membangun Terminal B Bandara Adisutjipto ini.


SLEMAN – Tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia, Terminal B Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Sleman, resmi dioperasikan, Senin (17/08).

Gedung terminal seluas 7.000 m2 dan berkapasitas hingga 600 ribu penumpang per tahun tersebut dioperasikan untuk meningkatkan pelayanan terhadap penumpang di bandara kebanggaan masyarakat Yogyakarta, sembari menunggu realisasi pembangunan bandara baru di Kulonprogo.

“Kapasitas terminal Bandara Adisutjipto yang ada saat ini hanya mampu menampung 800 ribu penumpang, namun harus melayani 3,8 juta penumpang di tahun 2014. Sambil menunggu pembangunan bandara baru di Kulonprogo, Angkasa Pura Airports berinisiatif membangun Terminal B Bandara Adisutjipto ini,” ujar Operation Director Angkasa Pura Airports Yushan Sayuti.

Yushan berharap pelayanan di Bandara Adisutjipto bisa semakin baik lagi. “Meski kami menyadari bahwa hal ini belum tentu cukup, tetapi setidaknya kami bisa meningkatkan pelayanan kepada penumpang,” imbuhnya, usai menyambut kedatangan penumpang pesawat AirAsia rute Kuala Lumpur-Yogyakarta yang tiba pada pukul 11.00 WIB. Pesawat tersebut merupakan pesawat pertama yang mendarat di Terminal B Bandara Adisutjipto.
Sebagai informasi, terminal baru ini digunakan untuk keberangkatan dan kedatangan internasional maskapai AirAsia dan SilkAir, serta keberangkatan domestik bagi maskapai Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia, dan Express Air. “Hadirnya Terminal B ini setidaknya akan mampu mengurangi kepadatan penumpang di Terminal A hingga 40%,” ucap Yushan.

Akses ke Terminal B untuk sementara ini masih menggunakan jalur dalam. Nantinya, akan di bangun pedestrian (trotoar) dan eskalator datar untuk memudahkan penumpang. “Jaraknya sekitar 280 meter. Nantinya akan dibuatkan eskalator datar sepanjang 180 meter, sisanya penumpang dapat berjalan kaki,” kata Yushan. “Yang jelas, pembangunan Terminal B ini merupakan penambahan fasilitas ruang publik. Selain itu, sesuai pesan Menteri Perhubungan, ruang komersial di Bandara Adisutjipto juga akan dikurangi,” tambahnya.

General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta Andi G Wirson menambahkan, Terminal B yang dibangun selama 1,5 tahun dan menghabiskan anggaran Rp20 miliar ini dilengkapi fasilitas pendukung sebagaimana yang ada di Terminal A. “Misalnya lahan parkir kendaraan, konter taksi, dan lainnya. Dari segi fasilitas, Terminal B tidak jauh berbeda dengan Terminal A, namun konsep dan interiornya lebih menonjolkan nuansa ‘Jogja Istimewa’, dengan mengangkat tema heritage seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan,” ujar Andi. [Arif Haryanto]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *