Sultan Tak Ingin Bandara Baru Gagal

Pak Gubemur menginginkan bandara jangan sampai gagal.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X tidak ingin pembang-unan bandara internasional di Kulon-progo, gagal. Salah satu poin dalam memori kasasi yang akan diajukan Pemda DIY adalah terkait kepadatan Bandara Adisutjipto. PT Angkasa Pura I (Persero) akan membantu menyuplai data-data tambahan untuk melengkapi memori kasasi

Dia meminta Pemda DIY dan Angkasa Pura Airports segera mempersiapkan memori kasasi supaya memiliki kekuatan hukum dalam sidang di Mahkamah Agung (MA) nanti. “Pak Gubemur menginginkan bandara jangan sampai gagal,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Tavip Agus Rayanto, di Kepatihan, Rabu (01/07).

Tavip mengatakan Pemda DIY sudah menugaskan Kepala Biro Hukum Setda DIY Dewa Isnu Broto Imam Santoso untuk berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN). Alasannya, Perda Tata Ruang Kulonrogo sudah atas persetujuan Pemerintah Pusat.

Salah satu poin dalam memori kasasi yang akan diajukan Pemda DIY adalah terkait kepadatan Bandara Adisutjipto, terutama saat digunakan untuk latihan TNI Angkatan Udara. Tavip mengatakan draft memori kasasi sudah disusun meski salinan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta belum diterima Pemda DIY. Tavip menyatakan penyusunan draft memori kasasi harus segera dilakukan karena proses kasasi waktunya tidak banyak. Dalam proses kasasi, kata dia, tidak ada kesempatan dialog dalam penidangan. sehingg pihaknya harus mematangkan memori kasasi.

Secara umum, jelas Tavip, Pemda DIY sudah mengetahui kekalahan dalam sidang di PTUN, yakni tidak sesuainya Perda Tata Ruang Kulonprogo dengan Perda Tata Ruang Pemda DIY. “Sambil kami tunggu resminya (salinan putusan PTUN), kami siapkan perda,” kata Tavip.

Corporate Secretary Angkasa Pura Airports Farid Indra Nugraha menyatakan pihaknya siap membantu menyuplai data-data tambahan untuk melengkapi memori kasasi. Angkasa Pura Airports, kata dia, sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka percepatan pembangunan bandara.

Farid mengatakan harapan Gubernur DIY cukup besar untuk merealisasikan bandara. “Pak Gubernur juga tadi menyampaikan kalau sampai terganggu ini bisa jadi persoalan lebih besar yang dihadapi pemerintah,” kata dia seusai bertemu dengan Gubernur DIY di Kepatihan, kemarin.

Farid tidak menjelaskan masalah besar yang dihadapi Pemda DIY jika Bandara Kulonprogo gagal dibangun. Namun, menurut dia, tingkat pertumbuhan infrastruktur pasti terganggu. “Karena sudah cukup besar yang dilakukan pemerintah,” kata dia.

Farid mengatakan pembangunan bandara baru di Kulonprogo bukan kepentingan Angkasa Pura Airports. “Angkasa Pura Airports hanya sebagai agent development,” kata dia. [Sumber: Harian Jogja]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *