Sultan Hasanuddin International Airport Makassar Siapkan Empat Musholla dan Satu Masjid

Maros – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar merupakan salah satu dari 13 bandar udara internasional yang dikelola oleh Angkasa Pura Airports.

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang biasa disebut SHIAM terletak di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, salah satu provinsi yang masyarakatnya memiliki jiwa religius sangat tinggi.

Tidak heran dengan tingginya jiwa religius, maka minat pelaksanaan umrah masyarakat dari Sulawesi Selatan dan sekitarnya sangat tinggi. Tercatat 2 (dua) maskapai yang melayani penerbangan langsung dari SHIAM menuju Jeddah dan Madinah yang beroperasi secara rutin di SHIAM, yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Arabian.

Di Indonesia sendiri hanya ada empat bandara yang melayani penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah, salah satunya adalah SHIAM. Setiap kali penerbangannya, masing-masing maskapai tersebut dengan menggunakan pesawat tipe Boeing 747-400 mengangkut sebanyak 455 (empat ratus lima puluh lima) jamaah umrah.

Keberadaan SHIAM menjadi keuntungan bagi banyak pihak, yaitu masyarakat Sulawesi dan sekitarnya, serta dari agen travel yang melayani penerbangan umrah. “Alhamdulillah, sekarang bisa langsung terbang ke Madinah, tidak perlu transit lagi ke Jakarta,” ujar Sumiati peserta umrah yang kali ini merupakan ibadah umrah kedua kalinya, ketika ditemui di area keberangkatan SHIAM.

Sementara itu menurut Ummul, peserta yang baru pertama kali umrah, menyampaikan bahwa selama menunggu proses keberangkatan, proses pemeriksaan dan pelayanan petugas bandara sudah baik. “Saya sudah tiba di bandara pukul 08.00 WITA, terbang ke Madinah pukul 15.00 WITA, untungnya bandara ini memiliki masjid dan musholla yang nyaman, sehingga sambil menunggu tetap bisa menjalankan ibadah sholat dengan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Cecep Marga Sonjaya selaku General Manager menjelaskan bahwa SHIAM memiliki satu masjid dan empat musholla yang disediakan bagi pengguna jasa untuk menjalankan ibadah apabila sedang berada di lingkungan bandara.

“Bandara itu milik masyarakat, dan bandara merupakan cerminan dari masyarakat itu sendiri, masyarakat Sulawesi dikenal memiliki jiwa religi yang tinggi, maka kami harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat, kami memiliki satu masjid, satu musholla di area kedatangan, satu musholla di area basement, dan dua musholla di area ruang tunggu keberangkatan lantai 2,” jelas Cecep.

Adapun daya tampung Masjid Al Mukhlisin atau yang biasa disebut dengan Masjid Bandara dapat memuat 607 orang yang dapat digunakan oleh siapapun yang berada di lingkungan bandara. Sedangkan empat musholla yang ada secara total dapat memuat 775 orang.

Pihak lain yang mendapatkan keuntungan dengan keberadaan SHIAM adalah PT Amanah Bersama Umat yang biasa dikenal dengan Abutours, jasa agen travel milik putra daerah Sulawesi Selatan ini mengaku bangga dan bahagia dengan keberadaan SHIAM.

“Syukurlah Sulawesi punya SHIAM, fasilitasnya meskipun sudah over capacity tetapi tetap bisa melayani dengan baik para jamaah kami, pelayanan petugasnya pun sangat korporatif dan membantu jemaah kami dalam setiap proses keberangkatannya,” ujar Hamzah Mamba.

“Semoga kedepannya SHIAM semakin lebih baik lagi,” tambah Hamzah Mamba. [Humas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *