Seratus Buah Penjor Hiasi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Mangupura – Umat Hindu Dharma di Bali akan merayakan Hari Raya Suci Galungan yang jatuh pada Rabu (5/4) dan Kuningan pada Sabtu (15/4). Galungan & Kuningan merupakan peringatan tentang kemenangan ‘Dharma’ (kebaikan) melawan ‘Adharma’ (kejahatan).

Suasana menyambut hari raya Galungan & Kuningan terlihat di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Dengan tema “A Hundred Penjor”, 100 penjor yang terbuat dari tiang bambu melengkung dan hiasan daun kelapa muda (janur) terpasang mulai dari pintu masuk, area terminal hingga akses keluar Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Penjor yang merupakan gambaran gunung tertinggi diyakini Umat Hindu sebagai lambang kemenangan ‘Dharma’ (kebaikan) melawan ‘Adharma’ (kejahatan). Di saat hari raya keagamaan, masyarakat Hindu Bali akan memasang penjor di setiap halaman rumah, sehingga di jalan-jalan akan tampak penjor berjajar dengan cantik seraya memanjakan mata.

Keindahan penjor memang selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam kebudayaan dan tradisi di Bali. “Kami ingin membuat suasana bandara seperti pedesaan di Bali. Kental dengan budaya dan tradisi yang keindahannya sudah terkenal hingga penjuru dunia,” ujar General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi.

Selain memasang 100 penjor, Manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai juga akan memberikan suguhan tari Bali kepada para penumpang yang akan berangkat seperti Tari Topeng Tua, Cendrawasih, Sekar Jagat, Margapati, dan Legong Keraton.

Penumpang dapat menikmati pagelaran tari mulai tanggal 5 – 15 April 2017 di terminal keberangkatan domestik dan internasional.

“Pagelaran tari ini kami suguhkan selain untuk menghibur penumpang yang sedang menunggu waktu terbang, juga untuk menciptakan serta membawa nuansa Hari Raya Galungan & Kuningan di bandara,” tambah Yanus. [Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *