Penyesuaian Tarif PJP2U di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman

news-966

Jakarta – Angkasa Pura Airports sebagai badan usaha pengelola bandar udara di wilayah tengah dan timur Indonesia, telah menetapkan penyesuaian tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) untuk penerbangan dalam negeri dan luar negeri di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan.

Besaran tarif PJP2U untuk penerbangan dalam negeri sebelumnya Rp75.000 menjadi Rp100.000, dan penerbangan luar negeri sebelumnya Rp200.000 menjadi Rp225.000. Besaran tarif tersebut sudah termasuk biaya BHS (Baggage Handling System) dan pajak sebesar 10%.

Penyesuaian tarif PJP2U ini berlaku mulai 1 Oktober 2016. Besaran tarif PJP2U tersebut telah termasuk dalam tiket penumpang atau yang disebut PSC on Ticket.

Penetapan tarif ini berdasarkan pada Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 243 yang berbunyi “Setiap pelayanan jasa kebandarudaraan dan jasa terkait dengan bandar udara dikenakan tarif sesuai dengan jasa yang disediakan.

Selain pasal 243, penetapan tarif ini juga berdasarkan pada pasal 246, yang berbunyi “Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan prosedur pengenaan tarif jasa kebandarudaraan diatur dengan Peraturan Menteri.”

Penetapan tarif ini juga didasari dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 56 Tahun 2016 tentang Kegiatan Pengusahaan di Bandar Udara, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor: PM 187 Tahun 2015 dan PM 129 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Tingkat Layanan (Service Level Agreement) dalam Pemberian Layanan Kepada Pengguna Jasa Bandar Udara.

“Penyesuaian tarif PJP2U ini dilakukan sebagai upaya Angkasa Pura Airports dalam menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang dan pengguna jasa bandara, serta bertujuan untuk mengembalikan biaya pokok dan investasi pengembangan pintu gerbang pariwisata dan bisnis di wilayah Kalimantan Timur, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan,” jelas Corporate Secretary Angkasa Pura Airports, Israwadi.

“Selain itu, penyesuaian tarif ini juga bertujuan untuk mendukung upaya kami dalam memberikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran bagi seluruh pengguna jasa bandara,” lanjutnya.

Angkasa Pura Airports sudah menyampaikan keinginan untuk penyesuaian tarif PJP2U ini kepada Kementerian Perhubungan sejak 28 Desember 2015, dan disetujui oleh Menteri Perhubungan pada 9 September 2016.

Selain itu, Angkasa Pura Airports juga telah melakukan koordinasi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai perwakilan lembaga konsumen di Indonesia dan Kementerian Perhubungan sebagai regulator. Pihak YLKI memahami langkah Angkasa Pura Airports dalam penyesuaian tarif PJP2U ini demi peningkatan pelayanan di bandara.

Terkait dengan penyesuaian tarif PJP2U ini, Angkasa Pura Airports juga akan memasang pengumuman dan memberikan informasi, serta sosialisasi agar hal ini diketahui publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *