Menteri Pariwisata: Angkasa Pura Airports Sudah Sangat Pariwisata dan Sangat Marketing

news-141

Jakarta – Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengapresiasi Angkasa Pura Airports yang menurutnya sudah sangat pariwisata dan sangat “marketing”. Hal ini diungkapkan mantan Direktur Utama PT Telkom ini dalam kunjungannya ke Kantor Pusat Angkasa Pura Airports, Kemayoran, Jakarta, Rabu (07/09/2016) siang.

Menteri Pariwisata dan rombongan diterima oleh President Director Angkasa Pura Airports Sulistyo Wimbo Hardjito, Marketing & Business Development Director Moch Asrori, Finance & IT Director Novrihandri, dan Human Capital & General Affair Director Adi Nugroho.

Arief mengungkapkan beberapa masukannya terkait bandara, yang disebutnya dengan “quick wins”. Selain membangun fisik bandara seperti perpanjangan runway, lanjutnya, pengelola bandara bisa menyelesaikan aspek non-fisik yang disebut “quick wins”. Ada tiga “quick wins” terkait bandara ini,  yaitu pertama, operasional bandara 24 jam. “Kami berharap semua bandara bisa beroperasi 24 jam, karena itu adalah cara yang paling cepat untuk mendapatkan space. Kedua, gunakan teknologi informasi yang bagus. Dengan teknologi informasi yang lebih bagus meski tanpa harus membangun infrastruktur fisiknya, maka efisiensi akan bisa meningkat hingga 50%,” tambahnya.

Ketiga adalah menghilangkan semua regulasi yang menghambat. Arief meminta Angkasa Pura Airports mendaftar regulasi atau aturan yang dirasa menghambat. “Misalnya aturan dari regulator, misal dari Kemenhub terkait perizinan, atau dari Kemenkeu terkait keuangan, pajak, atau lainnya. Sampaikan kepada kami, kami akan bantu ‘fight’ ke Presiden atau menteri terkait. Kalau perlu regulasi tersebut dideregulasi,” tegasnya.

Terkait pengembangan bandara, Arief Yahya meminta agar perlu dipikirkan desain bandara untuk long term atau berjangka panjang. “Jangan sampai baru jadi bandara tersebut sudah langsung penuh. Desain minimal untuk 10 tahun ke depan. Kombinasi bisnis airport dan properti adalah solusi agar bisnis bandara bisa berjangka panjang dan lebih agresif,” ujarnya.

Menteri Arief juga menginformasikan bahwa Presiden RI akan mengunjungi Manado 1 Desember 2016 nanti. “Untuk itu tanggal 13 September ini Pak Robert akan datang ke Manado,” ujar pria kelahiran Banyuwangi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Director Angkasa Pura Airports Sulistyo Wimbo Hardjito mengharapkan dukungan kepada Menteri Arief agar Bandara Adisutjipto Yogyakarta dapat dibuka lebih malam. “Sebelumnya sampai pukul 19.00 dan kini sudah buka sampai pukul 21.00. Kalau bisa seperti Bandara Sam Ratulangi Manado yang beroperasi 24 jam, dan slotnya terbukti terpakai baik yang malam atau yang dini hari,” jelas Wimbo. Wimbo juga mengungkapkan keinginannya agar ada nota kesepahaman (MoU) antara Angkasa Pura Airports dengan Kemenpar untuk “Wonderful Indonesia”. [AH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *