Menhub dan Peserta Transportation Ministerial Meeting of Developing Countries Kunjungi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

WhatsApp-Image-20160531 (4)

Apa yang ditampilkan Angkasa Pura Airports ini bagus. Memang perlu ditonjolkan di booth dalam pameran ini mengenai program-program training yang dimiliki oleh masing-masing instansi agar para menteri perhubungan atau pejabat negara berkembang peserta Transportation Ministerial Meeting of Developing Countries dapat mengetahui dan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan di Indonesia.

Badung – Sebagai rangkaian kegiatan Transportation Ministerial Meeting of Developing Countries yang digelar di Bali, 30-31 Mei 2016, Menteri Perhubungan RI yang didampingi President Director Angkasa Pura Airports mengajak para peserta mengunjungi Bandara I gusti Ngurah Rai Bali di Badung, hari ini (31/05).

WhatsApp-Image-20160531 (1)Kunjungan ke bandara terbaik ketiga di dunia versi ACI tahun 2015 ini dimulai dari area drop zone keberangkatan internasional. Di sini, para peserta yang baru turun dari bus langsung disambut dengan tarian Bali. Peserta lalu bergerak memasuki area check-in terminal keberangkatan. Setelah melewati pemeriksaan Screening Check Point (SCP), peserta berjalan ke area komersial sekaligus waiting lounge, lalu turun ke terminal kedatangan melalui gate 2. Sepanjang perjalanan, peserta mendapatkan penjelasan singkat dari General Manager Ngurah Rai Commercial Strategic Business Unit (SBU) Ramdan Pradarma.

WhatsApp-Image-20160531 (3)Sebelum melewati pemeriksaan imigrasi di terminal kedatangan, peserta kembali disambut tarian serta musik Bali. Setelah melewati imigrasi, para peserta kembali menaiki bus utk melanjutkan perjalanan ke lokasi lainnya.

Melalui tur singkat bandara ini diharapkan peserta pertemuan antar Menteri Transportasi Dunia di Bali ini, khususnya perwakilan di International Civil Aviation Organization (ICAO), dapat melihat tingkat keamanan serta kenyamanan yang ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Kegiatan di Bali ini merupakan inisiatif Kementerian Perhubungan yang mengumpulkan sedikitnya 32 menteri perhubungan dan transportasi dari negara-negara berkembang di Asia-Afrika. Dalam pertemuan selama dua hari di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, mereka akan membahas hubungan kerja sama antarnegara dan pencalonan Indonesia di ICAO. Sebagaimana diketahui, sebelumnya Indonesia pernah mencalonkan diri sebagai anggota dewan ICAO, namun selalu kalah suara dengan negara berkembang lainnya. Masuknya Indonesia dalam keanggotaan ICAO akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan transportasi penerbangan Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan ini digelar pula ajang pameran yang digelar selama dua hari (30-31 Mei 2016), dan diikuti antara lain oleh Angkasa Pura Airports, Angkasa Pura II, Perum LPPNPI, BPSDM Kementerian Perhubungan, Garuda Indonesia, Air Asia, Sriwijaya Air, serta GMF AeroAsia.

Dalam kesempatan ini, booth Angkasa Pura Airports selain menampilkan informasi tentang pengembangan bandara, juga memberikan informasi seputar pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diselenggarakan Angkasa Pura Airports, misalnya saja aviation security training yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat

“Apa yang ditampilkan Angkasa Pura Airports ini bagus. Memang perlu ditonjolkan di booth dalam pameran ini mengenai program-program training yang dimiliki oleh masing-masing instansi agar para menteri perhubungan atau pejabat negara berkembang peserta Transportation Ministerial Meeting of Developing Countries dapat mengetahui dan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan di Indonesia,” puji mantan Menko Maritim Indroyono Soesilo sebagai duta besar baru dari Indonesia untuk ICAO, Selasa (30/05). [AM/AH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *