Kembangkan Potensi Pariwisata DIY dan Sambut Bandara Baru Yogyakarta, Angkasa Pura I Gelar FGD

No. Siaran Pers: 11/SPH.H/III/2017

Yogyakarta, 30 Maret 2017 – PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta menggelar kegiatan focus group discussion (FGD) bertema “Collaborative Destination Development” untuk semakin mendukung pengembangan potensi pariwisata Yogyakarta sekaligus untuk menyambut mulai beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo pada 2019 mendatang.

Forum kolaborasi para pemangku kepentingan pariwisata di Yogyakarta yang antara lain melibatkan pihak Pemerintah Provinsi DIY, Dinas Pariwisata DIY, Dinas Perhubungan DIY, maskapai penerbangan, KAI, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of Indonesian Tours and Travel Agent (ASITA), serta pelaku usaha di bidang pariwisata lainnya ini digelar di Hotel Ambarukmo Yogyakarta, Kamis (30/3/2017).

“Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia mengenai sistem terintegrasi dalam promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi, maka Angkasa Pura I selaku salah satu pemangku kepentingan di industri pariwisata menginisiasi kegiatan forum group discussion bertema ‘Collaborative Destination Development’ ini  untuk mengkolaborasikan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Yogyakarta dalam rangka semakin mengembangkan potensi pariwisata di sini,” ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro.

Danang mengatakan bahwa kunci sukses di industri aviasi dan pariwisata adalah pengembangan kolaborasi antara program maskapai, program pemerintah, program industri pariwisata, dan program yang diinisasi pengelola bandara. Selain menginisiasi program-program terkait kepariwisataan, lanjut Danang, Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara juga melakukan percepatan pembangunan infrastruktur bandara dan penunjangnya, terutama yang terkait pariwisata. “Oleh karena itu, Angkasa Pura I berupaya keras agar Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo dapat mulai beroperasi pada 2019 untuk dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta dan Kulonprogo khususnya, sehingga akan semakin membuka dan meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi DIY,” tegas Danang.

Dinas Pariwisata Provinsi DIY menargetkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2017 sebanyak 1,62 juta orang dan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 299 ribu orang. Pada 2018, jumlah kunjungan wisnus ditargetkan dapat mencapai 1,66 juta orang dan wisman mencapai 329 ribu orang. “Kami selaku pengelola bandara mendukung penuh rencana dan target Pemprov DIY dalam mendatangkan wisatawan ke daerah istimewa ini. Angkasa Pura I senantiasa memberikan perhatian khusus pada pengembangan daerah, mendorong sinergi dengan Pemerintah Daerah, Kementerian Pariwisata, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil peran penting dalam usaha penyediaan kapasitas infrastruktur dan konektivitas sisi udara,” imbuh Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Angkasa Pura I Moch. Asrori.

Saat ini, lanjut Asrori, Bandara Adi Sutjipto yang idealnya hanya dapat menampung penumpang sebanyak 1,6 juta penumpang per tahun, pada 2016 lalu harus melayani penumpang sebanyak 7,2 juta penumpang. Artinya Bandara Adi Sutjipto mengalami kondisi lack of capacity. “Oleh karena itu, Angkasa Pura I tengah membangun Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan demi kepuasan serta kenyamanan pengguna jasa bandara,” ucapnya.

Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo nantinya dapat menampung 14 juta penumpang per tahun, hampir 10 kali lipat dari kapasitas Bandara Adi Sutjipto saat ini.

Asrori mengharapkan dukungan dari semua pihak melalui forum ini untuk dapat menangkap peluang serta menjawab tantangan bisnis pariwisata di Yogyakarta. “Dengan adanya kolaborasi dan koordinasi dengan semua pihak, diharapkan dapat tercipta kontribusi yang nyata untuk peningkatan perekonomian Provinsi Yogyakarta secara luas dan pemangku kepentingan pariwisata dapat menyiapkan DIY menjadi tujuan wisata yang matang,” ujar Asrori.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *