Kembangkan Paket Stimulus, Pemda Berniat Banjiri Turis Asing di NTT

Kupang – Program Skema Insentif “TransportTourism (Wonderful Indonesia) Stimulus Package” merupakan sebuah gebrakan baru Kementrian Pariwisata dalam upaya mendatangkan Turis ke Indonesia.

Dinas Pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berusaha mengeksplor beragam pariwisata baik alam maupun budaya yang ada di NTT dengan melakukan berbagai stimulus dan bekerjasama dengan instansi terkait untuk mempermudah masuknya wisatawan ke NTT yang diawali dengan Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pemberlakuan Paket Stimulus di Bandara El Tari dan Bandara Komodo Labuan Bajo yang dilaksanakan Selasa (21/03) di Ruang GSG Bandara El Tari Kupang

“Di NTT ini banyak sekali tujuan wisata, baik wisata alam, wisata budaya, dan ada juga wisata rohani yang tidak kalah dengan Bali tapi kenapa turis kurang berminat untuk datang ke NTT karena biaya yang sangat mahal, baik itu biaya tiket pesawat, biaya penginapan, maupun biaya transportasi darat, oleh karena untuk merangsang dan mempermudah para turis asing datang ke NTT kami mengembangkan paket stimulus ini, jadi untuk setiap turis asing yang datang ke NTT melalui paket perjalanan wisata, akan diberikan bonus sebesar $15 – $20 US. Target kita untuk tahun 2017 ini adalah mendatangkan sebanyak mungkin Turis Asia dan Australia terutama Darwin. Oleh karena itu kami mohon dukungan baik dari Bandara, Airlines, CIQ, ASITA, dan PHRI,” Ujar DR. Jelamu Ardu Marius., M. Si Kepala Dinas Pariwisata Propinsi NTT.

Jelamu pun meminta tanggapan dan sekaligus memberikan tantangan bagi Para Pimpinan Airlines yang berani bekerja sama dengan ASITA dan PHRI dalam mendatangkan Turis ke NTT. “Pemda akan memfasilitasi seremonial acara penyambutan baik tarian dan cinderamata, Pemda pun akan menjamu dengan makan bersama Gubernur yang dapat disesuaikan dengan keinginan para turis asing,” ujarnya.

“Apabila ada airlines yang berkeinginan Charter Flight atau Reguler Flight tetapi masih ada kendala, silahkan kita diskusikan ditempat ini agar apabila diperlukan, Bapak Gubernur bersedia berkoordinasi lebih lanjut dengan Direktur masing-masing, dan apabila itu terkait ijin terbang dan atau slot time, kami dapat berkoordinasi langsung dengan Menteri Perhubungan,” tambah Jelamu.

General Manager Wahyudi pun menyampaikan, “Apabila ada airlines yang melayani charter flight khusus turis akan dibebaskan landing fee, free parking, serta akan kami evaluasi terkait sewa menyewa lainnya, ini merupakan stimulus dari Angkasa Pura Airports sebagai bentuk peran serta dalam pembangunan pariwisata di NTT agar airlines tidak terlalu terbeban dengan tingginya biaya operasional,”.

Dalam kesempatan ini Perwakilan Lion Air Group, Garuda Indonesia, dan Citilink berjanji akan segera berkoordinasi dengan Para Pimpinan mereka di Pusat untuk tindaklanjut kegiatan ini. Serta Wakil Ketua PHRI Provinsi NTT menyampaikan akan bekerjasama dengan ASITA NTT untuk mengadakan paket-paket perjalanan wisata yang murah dan mudah dijangkau tetapi tetap berstandar baik. [Humas Bandara Internasional El Tari Kupang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *