Jalak Bali Airlines Terbakar, Empat Orang Tewas

DENPASAR – Pesawat Jalak Bali Airlines rute Kuala Lumpur-Denpasar dilaporkan mengalami masalah pada mesin. Pesawat tipe Boeing 737 seri 800 yang membawa 133 orang penumpang itu melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Jumat (14/12). Namun saat menuju Ngurah Rai, pilot melaporkan bahwa indikator mesin di kokpit menyala dan terdapat gangguan pada mesin nomor dua.

Pada pukul 10.22 WITA, pesawat dengan call sign JBR-070 tersebut berhasil mendarat dengan menggunakan runway 09, namun keluar dari landasan dan terbakar. Kecelakaan mengakibatkan empat orang meninggal dunia, 56 luka-luka, dan 73 orang penumpang lainnya selamat. Sementara di sisi lain bandara, petugas satuan pengamanan menemukan situasi yang mengancam keamanan bandara.

Untungnya, peristiwa tersebut hanya merupakan simulasi pada kegiatan pelatihan penanggulangan keadaan darurat (PGD) yang digelar oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menjaga sistem keamanan dan keselamatan dalam penanggulangan kecelakaan penerbangan.

“Tujuan pelatihan ini melatih kecakapan personel, menguji peralatan, dan mengevaluasi prosedur (SOP) kami dalam menanggulangi kecelakaan penerbangan,” kata General Manajer Angkasa Pura Airports Bandara Internasional Ngurah Rai Purwanto di Denpasar.

Dalam simulasi ini, seluruh unsur di Bandara Internasional Ngurah Rai bersinergi untuk menangani kondisi terjadinya kecelakaan pesawat. Simulasi ini melibatkan 517 personel, yang terdiri dari pihak Angkasa Pura Airports, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Tim Search and Rescue (SAR), Imigrasi, Bea dan Cukai, Pangkalan Angkatan Udara, Kantor Kepolisian Kawasan Udara, dan beberapa rumah sakit di sekitar bandara.

Selain melibatkan komunitas bandara, pada kegiatan bertajuk Latihan Dirgantara Raharja ke-70 itu, manajemen bandara juga didukung oleh Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP), yang merupakan tim yang dibentuk oleh Kementerian Perhubungan RI bekerja sama dengan Pemerintah Australia. Tim ini dibentuk untuk meningkatkan keselamatan transportasi sesuai dengan standar internasional dan praktek manajemen keselamatan.

Latihan PGD kali ini bertema “Kobarkan semangat padamkan api, selamatkan korban, amankan situasi, bangun sinergi”. Melalui kegiatan ini diharapkan akan dapat memantapkan dan meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan serta sistem komando dalam penanggulangan keadaan darurat kecelakaan penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Menurut Purwanto, latihan PKD ini merupakan sarana bagi seluruh petugas bandara untuk menguji coba sekaligus mengevaluasi fungsi-fungsi koordinasi, komunikasi, dan komando antar unit sesuai dengan Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP). [Arif Haryanto / Sumber: Antara]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *