Erupsi Gunung Raung, Potensi Pendapatan Angkasa Pura Airports Hilang Rp8,4 M

Bandara-Ngurah-Rai

Angkasa Pura Airports juga telah mengeluarkan kebijakan  pembebasan pengenaan PJP4U bagi perusahaan penerbangan dalam negeri dan luar negeri yang mengalami perubahan jadwal penerbangan.


JAKARTA – Angkasa Pura Airports yang mengelola tiga bandara yang ditutup terkait dampak abu vulkanik Gunung Raung, yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Lombok, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya, mencatat potensi pendapatan yang hilang (potential loss) akibat erupsi Gunung Raung sebesar Rp8,4 miliar. Angka ini berasal dari potensi pendapatan dari Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), pelayanan garbarata (aviobridge), serta layanan Baggage Handling System (BHS) yang hilang selama bandara ditutup.

Khusus untuk PJP4U, Angkasa Pura Airports juga telah mengeluarkan kebijakan  pembebasan terhadap pengenaan PJP4U bagi perusahaan penerbangan dalam negeri dan luar negeri yang mengalami perubahan jadwal penerbangan (return to base, diverted, long delay selama empat jam atau lebih). Kebijakan ini dimaksudkan untuk meringankan beban maskapai yang harus menanggung biaya operasional lebih akibat dampak abu vulkanik Gunung Raung.

Akibat dampak abu vulkanik Gunung Raung, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mulai ditutup pada 9 Juli 2015, sesuai NOTAM Ditjen Kementerian Perhubungan Nomor A1413/15. Hingga 12 Juli 2015, terdapat 330 penerbangan yang mengalami pembatalan dan penumpang yang tidak terangkut sebanyak 36.641 penumpang.

Di Bandara Internasional Lombok, yang sempat ditutup pada 9 Juli 2015 dan dibuka kembali 10 Juli 2015, terjadi 40 pembatalan penerbangan, dengan jumlah penumpang 3.930 orang. Sedangkan di Bandara Juanda yang sempat ditutup pada 16 hingga 17 Juli 2015, ada 226 pembatalan penerbangan dengan 27.874 penumpang.

“Penutupan bandara tentu akan menyebabkan hilangnya potensi pendapatan (potential loss) bagi perusahaan. Namun bagi kami yang terpenting adalah terjaminnya keselamatan penerbangan serta tetap menjaga kenyamanan penumpang selama di bandara,” ujar Corporate Secretary Angkasa Pura Airports Farid Indra Nugraha.  [Arif Haryanto]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *