Duta Bandara 2016 Resmi Dikukuhkan Hari Ini

20160603_112854-1

 

 

 

 

 

 

 

Duta Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Yunita Mahendrawati Hariyono Putri diumumkan sebagai Duta Pembekalan Terbaik. Sedangkan Muryati Suryaning Pungkasari (Duta Bandara Juanda Surabaya) tampil sebagai Duta Persahabatan dan Indah Yuwelina Mentaruk (Duta Bandara Sam Ratulangi Manado) sebagai Duta Fotogenik.

Badung Setelah melalui proses pembekalan selama lima hari, 32 orang Duta Bandara 2016 resmi dikukuhkan oleh Marketing & Business Development Director Angkasa Pura Airports Moch. Asrori, Jumat (3/6/2016), bertempat di Novotel Bali Airport, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dalam acara ini hadir antara lain Finance & IT Director Angkasa Pura Airports Novrihandri, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Trikora Harjo, General Manager Ngurah Rai Commercial SBU Ramdan Pradarma, serta para tamu undangan lainnya.

IMG-20160602-WA0006

Ke-32 Duta Bandara 2016 ini merupakan perwakilan dari bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (4 orang), Bandara Juanda Surabaya (4), Bandara Adisutjipto Yogyakarta (3), Bandara Ahmad Yani Semarang (3), Bandara Internasional Lombok (3), Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan (3), Bandara Sam Ratulangi (3), Bandara Sultan Hasanuddin (3), Bandara Adi Soemarmo Solo (2), Bandara Syamsudin Noor (2), Bandara El Tari Kupang (1), dan Bandara Pattimura Ambon (1). Bandara Frans Kaisiepo Biak yang tidak mengirimkan wakilnya di ajang ini.

Dalam acara inaugurasi ini, Duta Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Yunita Mahendrawati Hariyono Putri diumumkan sebagai Duta Pembekalan Terbaik. Sedangkan Muryati Suryaning Pungkasari (Duta Bandara Juanda Surabaya) tampil sebagai Duta Persahabatan. Sedangkan Duta Fotogenik diraih oleh Indah Yuwelina Mentaruk, yang merupakan Duta Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Duta Bandara ini nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan di bandara. Mereka bertugas untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan daerah setempat. Keberadaan Duta Bandara ini akan memberikan nilai lebih dan menciptakan pengalaman tersendiri bagi para pengguna jasa bandara. Kami yakin mereka akan mampu menjalankan tugas ini, mengingat mereka telah berhasil lolos dari seleksi berdasarkan kriteria yang cukup ketat, diantaranya memiliki attitude yang baik, penguasaan bahasa Inggris, serta memiliki wawasan yang baik mengenai kebandarudaraan dan dunia pariwisata,” ujar Asrori.

IMG-20160603-WA0003

Sebelum acara inaugurasi ini, para Duta Bandara menjalani proses karantina. Di sini, mereka dibekali berbagai pengetahuan dan keahlian, seperti materi tentang etiket dan penampilan, teknik komunikasi dan public speaking, hospitality, kepedulian sosial, pariwisata dan kebudayaan, serta pengetahuan tentang narkoba. Peserta juga mendapatkan materi mengenai Angkasa Pura Airports dan kebandarudaraan, motivasi, team building, serta keahlian make-up dan hair do dari Tim Wardah sebagai salah satu sponsor ajang ini.

Proses pendaftaran Duta Bandara 2016 ini dimulai sejak 12 Mei 2016. Setelah itu, calon peserta harus melalui tahapan audisi yang diadakan di bandara masing-masing, berupa penilaian penampilan fisik, administrasi, tes tertulis, serta wawancara. Mereka yang terpilih inilah yang kemudian dikirim ke Bali untuk menjalani pembekalan dan inaugurasi, 30 Mei hingga 3 Juni 2016. Setelah dikukuhkan, para Duta Bandara ini akan ditempatkan di bandara masing-masing.

Menurut Asrori, ajang Duta Bandara 2016 yang digelar Angkasa Pura Airports ini sejalan dengan program pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata, yang menargetkan 12 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Indonesia di tahun 2016 ini. “Kami menangkap hal ini dengan melakukan upaya pembenahan di bandara-bandara Angkasa Pura Airports. Salah satunya dengan menempatkan ikon-ikon wisata di bandara serta melengkapi fasilitas-fasilitas di bandara disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Di Bandara Lombok misalnya, disediakan troli khusus untuk membawa alat surfing,” paparnya.

Hal lain yang dilakukan Angkasa Pura Airports adalah dengan menempatkan tourism information center di bandara serta menambahkan aksara mandarin pada papan penunjuk di bandara. “Faktanya, dari 1,3 miliar penduduk Tiongkok, 100 juta diantaranya merupakan outbond tourist. Artinya, pangsa pasar turis dari Tiongkok ini cukup besar,” jelas Asrori.

Selain itu, imbuh Asrori, semangat Angkasa Pura Airports juga sejalan dengan program pemerintah untuk menciptakan Bali-Bali baru. “Dari 10 Destinasi Unggulan yang ditetapkan pemerintah – yang dinilai memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata seperti Balu – enam diantaranya terkait dengan akses dari bandara-bandara Angkasa Pura Airports, seperti Candi Borobudur yang dekat dengan Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bromo (Bandara Juanda Surabaya), Labuan Bajo (Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali), Mandalika (Bandara Lombok), Wakatobi (Bandara Sultan Hasanuddin Makassar), serta Morotai (Bandara Pattimura Ambon),” katanya. [AH]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *