Diklat Salvage di Bandara Juanda Resmi Ditutup

Surabaya – Diklat Salvage Angkatan III yang dilaksanakan di Bandara Juanda Surabaya pada tanggal 23 Maret – 8 April 2016 resmi ditutup oleh Human Capital and General Affair Director Angkasa Pura Airports, Adi Nugroho (08/04). Diklat ini diikuti oleh 20 orang peserta dari 13 cabang bandara dan kantor pusat Angkasa Pura Airports.

“Peralatan salvage digunakan untuk memindahkan pesawat udara yang rusak akibat kecelakaan di daerah pergerakan bandara atau di sekitarnya, dan dibutuhkan personel yang cakap dan berlisensi untuk mengoperasikannya,” ujar Adi disela acara penutupan diklat.

Selama 120 jam pelajaran, ke-20 orang peserta mendapatkan berbagai materi terkait salvage seperti pembentukan tim salvage, pengenalan tipe-tipe pesawat udara dan jenis peralatan salvage, penentuan posisi dan lokasi pesawat, tata cara pemindahan pesawat, pemeliharan dan perawatan alat salvage, hingga pembinaan mental, fisik, dan disiplin personel.

“Puji syukur, seluruh peserta diklat dinyatakan lulus dengan rata-rata nilai peserta 80,2. Berdasarkan hasil ujian penerbitan lisensi salvage oleh Direktorat Keamanan Penerbangan tanggal 6-7 April 2016, seluruh peserta dinyatakan lulus,” jelas Adi.

Dari pelatihan salvage tersebut, terpilih 3 peserta dengan nilai teratas, yaitu Yudha Setia Pama Negara (Bandara Juanda Surabaya), Topan Rahima Putra (Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali), dan Anak Agung Ngurah Agung Mahendra Putra (Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali). [DSS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *