Diduga Dibajak, Sukhoi ‘Paksa’ Garuda Mendarat

Makassar – Pesawat Garuda Indonesia rute penerbangan Yogyakarta-Makassar tiba-tiba dihadang dua pesawat Sukhoi 27/30 MK di udara Makassar, sekitar pukul 12.00 WITA, pada Hari Rabu (22/3).

Dua pesawat yang home base di Skadron Udara 11 Wing 5 Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin tiba-tiba menyongsong Garuda di udara. Satu pesawat mengapit di sebelah kiri. Sukhoi lainnya menguntit di belakang.

Awak dua Sukhoi itu berkali-kali memberi peringatan ke awak Garuda agar segera mendarat. Kedua awak Sukhoi juga saling koordinasi, siap beraksi. Awak Sukhoi di sebelah kiri menginstruksikan Garuda segera merapat ke tanah. Awak Sukhoi di belakang Garuda siap beraksi dengan menembak, jika peringatan tak digubris. Pesawat jenis Bombardir CRJ 1000 Next Generation itu perlahan-lahan menurun lalu mendarat di landasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Itulah rangkaian latihan pengamanan udara di Lapangan Udara Hasanuddin.

Penjaga Langit

Sebelum memaksa Garuda mendarat, skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin menerima laporan dari Mata Penjaga Langit Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) terkait keberadaan pesawat tersebut yang diduga melakukan penerbangan ilegal dan disinyalir ‘dibajak” pihak tak bertanggung jawab.

Setelah menerima pesan dari Kohanudnas. dua Sukhoi langsung scramble atau melalukan persiapan penerbangan yang mengacu dari jenis urgensi tertentu. Mulai dari tingkat hijau, kuning lalu merah. Terakhir jenis urgent, harus ditindaki. Mata Penjaga Langit menggunakan sistem pengintai. Fungsinya memonitor lalu lintas penerbangan di Indonesia.

Penumpang Tegang

Setelah mendarat, 300 personel gabungan dari Paskhas dan unsur terkait lainnya bersenjata lengkap langsung mengawal pesawat ke tepian landasan. Ini untuk mengamankan bandara dari biang kejahatan tak diduga. Setelah pesawat berhenti. Paskhas yang mengendarai empat unit kendaraan tempur menyebar. Beberapa pasukan siaga di mobil bak terbuka. Senjata otomatis di tangan.

Empat personel menunggu pintu pesawat dibuka. Dua personel Paskhas masuk kabin pesawat. Saat itu diringkuslah dua orang oknum ‘pembajak’. Keduanya diinterogasi lalu digiring ke mobil tahanan Polisi Militer Lanud Hasanuddin.

Seluruh penumpang dievakuasi. “Seluruh rangkaian penyelamatan tersebut merupakan bagian dari simulasi latihan Sriti Gesit 2017, yang mana tadi adalah simulasi terkait adanya pesawat asing yang dilaporkan Kohanudnas terbang di wilayah NKRI kemudian ditindaki,” ujar Kolonel Pnb Benny Arfan selaku Kepala Dinas Operasi Lanud.

Salah satu penumpang asal Yogyakarta, Yuliana, mengaku sempat ‘was-was’. Lantaran tak ada penyampaian pihak terkait. “Surprise ‘sih. Saya sempat berpikir di pesawat yang saya tumpangi ada apa-apa ‘nya. Tapi saat diberitahukan, saya langsung tenang. Di atas tadi menegangkan karena diapit dua pesawat sukhoi,” katanya.

Latihan Pengamanan

Latihan Sriti Gesit 2017 tersebut adalah tahapan lanjutan dari latihan yang digelar Lanud Sultan Hasanuddin. Kegiatan ini berlangsung tiga hari dengan berbagai bentuk simulasi.

Seperti simulasi Pesawat Sukhoi jenis SU-30 MKI mengalami crash atau ‘kerusakan’ saat terbang di wilayah Makassar. Akibatnya pesawat harus mendarat darurat di Landasan Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin.

Pilot yang menerbangkan salah satu pesawat tempur yang dimiliki Indonesia itu pun harus dievakuasi. Lantaran sempat tak sadarkan diri, beruntung seluruh satuan atau unsur terkait dengan sigap melakukan evakuasi.

Tampak pilot diturunkan dari dalam pesawat oleh sejumlah tim kemudian diantar ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans. Sedangkan pesawat yang mengalami crash dievakuasi oleh tim lainnya.

“Latihan ini digelar sebagai upaya meningkatkan, memelihara, dan menguji kemampuan satuan dalam jajarannya. Ini untuk mewujudkan operasional satuan jajaran Lanud Sultan Hasanuddin dalam mengaplikasikan piranti lunak, agar menyempurnakan dan terjalin koordinasi yang efektif,” kata Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin, Mayor Sus. Moh. Agus Salim.

Selain itu, kata Mayor Agus, latihan tersebut juga untuk meningkatkan semangat integratif melalui penyamaan persepsi dan interpretasi operasi udara yang menjadi tanggung jawab satuan Lanud Sultan Hasanuddin. [Sumber: Tribun Timur]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *