Berupaya Tingkatkan Nilai Tambah Aset, PT Angkasa Pura I (Persero) Tanda Tangani MoU dengan PT PP (Persero)

Jakarta – Angkasa Pura Airport berupaya meningkatkan nilai tambah aset lahan miliknya melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan BUMN konstruksi dan investasi PT PP (Persero) Tbk. Penandatangan ini dilakukan oleh masing-masing Direktur Utama, yaitu Direktur Utama Angkasa Pura Airport Danang S. Baskoro dan Direktur Utama PT PP Tumiyana di Lantai 6 Graha Angkasa Pura I pada Rabu (28/12).

Adapun MoU ini mencakup rencana studi pengembangan, pembangunan, dan pengelolaan atas lahan Angkasa Pura Airport yang masih memiliki nilai tambah. Sedangkan tujuan ditandatanganinya MoU ini ialah untuk menciptakan sinergi usaha dengan prinsip saling menguntungkan antara kedua belah pihak dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing pihak.

“Rencana kerjasama ini untuk pemanfaatan lahan yang masih idle atau masih belum optimal. Diharapkan dengan kerjasama ini, aset dapat dikomersialkan dan pada akhirnya bisa menampung tenaga kerja serta memicu pertumbuhan ekonomi. Mudah-mudahan kita bisa menghasilkan sesuatu untuk lebih meningkatkan investasi ataupun dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Danang S. Baskoro pada sambutannya di acara penandatanganan MoU pada Rabu (28/12).

Senada dengan Danang S. Baskoro, Direktur Utama PT PP (Persero) Tumiyana mengatakan bahwa penandatanganan ini merupakan permulaan untuk menghasilkan suatu yang positif. “PP tidak memiliki aset yang besar dibanding Angkasa Pura Airport. Namun kami memiliki knowledge di bidang kami. Mudah-mudahan dengan knowledge yang kami miliki, aset Angkasa Pura Airport yang tersebar di mana-mana dapat dioptimalisasi sehingga menjadi value baru,” ungkap Tumiyana pada sambutannya.

Sebagai informasi, PT PP (Persero) memiliki beberapa anak perusahaan di mana salah satunya adalah PT PP Properti Tbk (PP Pro). PP Pro sudah menjadi perusahaan yang masuk lima besar di sektor properti dengan market capitalization sebesar Rp 23 triliun. Tumiyana menjelaskan bahwa keunggulan ini dapat disinergikan bersama dengan program AP I. “Mudah-mudahan kami dapat turut andil untuk dapat meningkatkan value yang ada di AP I juga PP,” ujar Tumiyana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *