Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Jadi Pusat Pelayanan Haji dan Umrah

Maros – Jemaah haji dan umrah Sulsel terus meningkat. Bandara lama disiapkan jadi pusat pelayanan.

Data yang disebut Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), ada 4.000 jemaah yang berangkat umrah setiap bulannya. Sejauh ini aktivitas jemaah haji dan umrah masih dilakukan di Bandara Baru Sultan Hasanudddin. Namun kedepannya, Bandara Lama yang akan menjadi pusat pelayanan haji dan umrah.

Rencana pemindahan te sebut disampaikan Sales Departement Head Angkasa Pura Airports Bandara Sultan Hasanuddin, Iwan Sanusi, di sela-sela acara persiapan Collaborative Destination Development (CDD), sebuah event kolaborasi dalam meningkatkan pariwisata.

“Ini masukan dari masyarakat. Kami targetkan bisa secepatnya,” ujar Iwan, saat ditemui Senin, 20 Maret di Kantor Angkasa Pura Airports, Maros. Iwan menjabarkan, ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan pelayanan haji dan umrah akan di pusatkan di Bandara Lama. Diantaranya volume arus jemaah yang semakin tinggi dan sudah ada penerbangan langsung dari maskapai Saudi Airlines Makassar Madinah.

“Kita sedang targetkan agar jemaah umrah dan haji dilayani di Bandara Lama agar lebih leluasa,” terang Iwan.

Rencana tersebut, lanjut Iwan, akan dibahas lebih lanjut dalam Event Collaborative Destination Development (CDD) yang akan diselenggarakan 13 April 2017. Di tempat yang sama, Ketua AM PHURI DPD Sulawesi, Azhar Gazali mengaku setuju untuk rencana tersebut. Menurutnya, pihak Angkasa Pura Airports Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sudah seharusnya memusatkan aktivitas haji dan umrah di satu tempat khusus seperti di Bandara Lama.

Selama ini menurutnya, jemaah sudah menumpuk di Bandara Baru sehingga perlu tempat baru yang representatif. “Kalau di Bandara Lama bisa lebih fokus. Jemaah haji dan umrah juga tidak lagi berdesak-desakan dengan penumpang komersil lainnya di Bandara Baru,” nilainya.

Azhar menambahkan, saat ini memang perlu ada perhatian khusus kepada jemaah haji dan umrah. Apalagi melihat pemerintah Arab Saudi sudah membuka keran kuota tanpa batas bagi semua masyarakat Indonesia untuk berumrah. “Makassar harus sangat strategis. Ini harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menggenjot jemaah haji dan umrah itu terbang melalui Makassar,” ujarnya. [Sumber: Harian Fajar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *