Bandara I Gusti Ngurah Rai Latih Kemampuan Personil Rescue and Fire Fighting

Mangupura – Pesawat Yukz Air B 737-900 ER dengan kode PK-COC mengalami overshoot dan crashed di ujung runway 09 yang membuat pesawat terbelah menjadi dua bagian. Diketahui jumlah penumpang sebanyak 120 orang dan dua infant. Kondisi pesawat terbelah menjadi dua bagian dimana sebagian korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai dan sebagian lagi masih berada di laut. Satu unit kendaraan foam tender dan tiga unit rescue boat diturunkan untuk menyelamatkan para korban.

Kejadian tersebut merupakan bagian dari skenario Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai yang sedang melakukan wet drill dan water rescue demi melatih kesigapan personil Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF), Sabtu (18/3) pada pukul 08.30 s.d. 10.30 WITA. Turut serta bergabung General Manager Yanus Suprayogi dalam latihan ini yang juga ikut dalam membantu pertolongan di laut. “Personil ARFF Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai harus selalu siap dan sigap di setiap kejadian apapun yang terjadi di bandara,” ujar Yanus.

Latihan ini adalah salah satu kegiatan dari rangkaian latihan persiapan Hot Drill. Latihan ini akan diakhiri pada latihan skala penuh dalam kegiatan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang akan dilaksanakan tahun 2018 yang digelar tiap dua tahun sekali. Sebelumnya Personil ARFF sudah melaksanakan latihan rutin mingguan yang dilaksanakan di kolam renang untuk mematenkan kompetensi khusus pertolongan di air sesuai dengan prosedur saat terjadi kecelakaan di laut.

“Latihan-latihan seperti ini memang harus rutin dilakukan meskipun dalam kesempatan saat ini belum melibatkan instansi luar, karena memang fokus pada kesiapan personil dan fasilitas Airport Rescue & Fire Fighting saja,” tambah Yanus. [Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *