Angkasa Pura I Susun Masterplan Bandara Buleleng

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) tengah menyiapkan rencana induk (masterplan) Bandara Buleleng, Bali. Menurut Direktur Komersial Angkasa Pura I Robert D Waloni, penyusunan masterplan tersebut selesai pada akhir Mei 2012 ini.

“Untuk itu, penyiapan insfrastruktur jalan penghubung Bali selatan dengan Bali utara harus terlebih dulu dibuat sebelum bandara itu ada. Ruas (jalan) itu yang paling penting sebelum bandara,” katanya.

Untuk menghubungkan Bali selatan dan Bali utara diperlukan jalan yang bisa dicapai hanya dalam waktu 1 jam saja. Sementara saat ini waktu tempuh Denpasar – Buleleng sekitar 3 jam. “Jalan tol itu juga baik jika dibangun lurus dari Denpasar ke Buleleng,” imbuh Robert.

Untuk membangun bandara tersebut, Angkasa Pura I akan mengandeng perusahaan asal India, GVK Power & Infrastructure, serta pemerintah daerah setempat. “Kami juga masih membuka peluang kerjasama dengan pihak lain, karena investor asal Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan China juga menyatakan ketertarikannya,” kata Robert.

Pihak GVK memproyeksikan pembangunan bandara tersebut akan menghabiskan biaya antara Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun. Alternatif pertama merekomendasikan lokasi bandara internasional Buleleng ini terletak di kawasan perbatasan timur Kabupaten Buleleng. Alasannya, lokasi bandara di kawasan perbatasan timur Kabupaten Buleleng ini untuk menyeimbangkan konsentrasi pembangunan antara Bali bagian utara dan selatan. Sementara alternatif lokasi kedua merekomendasikan untuk dibangun di kawasan barat Buleleng atau di dekat Kota Singaraja. [AH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *