Angkasa Pura Airports Kirim Pemuda untuk Belajar Mekanik

YOGYAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Adisutjipto mengirimkan 25 pemuda untuk belajar menjadi mekanik ke PT Astra Honda Motor (AHM) wilayah Yogyakarta. Pelatihan tersebut ditujukan agar mereka mampu bekerja atau menciptakan usaha mandiri. Di bengkel AHM mereka mendapatkan pelatihan mengenai dasar-dasar mesin, bahan bakar, rangka dan kelistrikan. Dalam pelatihan tersebut adalah keterampilan dasar mekanik untuk pemeliharaan dan penggantian suku cadang yang wajib dimiliki oleh mekanik pemula.

“Pelatihan ini sama dengan pelatihan level 1 untuk para mekanik AHASS. Kami mengkombinasikan antara teori dan praktek, termasuk pelajaran sikap dan mentalitas yang harus dimiliki seorang mekanik,” kata Technical Mechanic AHM SPV, Suwanto, Senin (19/11).

Menurut Suwanto, dengan bekal tersebut peserta akan mendapatkan sertifikat yang bisa dipergunakan sebagai syarat apabila melamar pekerjaan di bengkel. Mereka bisa melakukan servis rutin dan penggantian suku cadang ringan. “Kalau bekerja di AHASS mereka berarti sudah menempuh level 1 dan bisa langsung menempuh level selanjutnya sebagai mekanik Honda,” imbuhnya.

Asisten Manajer Asisten Manajer Sistem Informasi, Data Laporan, dan Humas Angkasa Pura Aiports Bandara Adisutjipto Faizal Indra Kusuma mengatakan, pelatihan teknisi sepeda motor ini adalah kegiatan yang kedua kalinya, sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Angkasa Pura Airports Bandara Adisutjipto. “Mereka adalah para pemuda dari warga sekitar Bandara Adisutjipto yang telah kami seleksi agar mampu bekerja atau berwirausaha,” jelasnya

Pelatihan menjadi mekanik sepeda motor dipilih karena serapan ke dunia kerja sangat tinggi. Berdasarkan output tahun lalu yang juga mengirimkan 25 pemuda, ternyata sebanyak 70 persen bisa masuk menjadi mekanik Honda, sisanya bekerja di bengkel umum, bahkan ada yang membuka bengkel sendiri. “Tingkat keberhasilannya sangat tinggi, karena itu kami melanjutkanya tahun ini. Harapannya memang mampu mengentaskan pengangguran, terutama warga di sekitar bandara,” ujarnya.

Ke depan diharapkan kegiatan semacam ini akan terus berlanjut karena banyak peminatnya. Dari 45 pendaftar tersaring 25 orang. Syaratnya juga mudah, cukup dengan ijasah SMA/SMK dan memiliki kemauan besar untuk bekerja. [Arif Haryanto/Sumber: Tribunnews]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *