Angkasa Pura Airports Antisipasi Mudik Lebaran 2016

Jakarta – Menyambut mudik lebaran tahun 2016, Angkasa Pura Airports telah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi kepadatan saat arus mudik lebaran.

“Untuk mengantisipasi mudik lebaran tahun ini, Angkasa Pura Airports telah melakukan beberapa upaya, yaitu pembentukan posko (pos koordinasi), peningkatan layanan, keamanan, serta keselamatan penerbangan,” ujar Operation Director Angkasa Pura Airports, Wendo Asrul Rose, dalam acara Media Gathering di Hotel NAM Center, Kemayoran, Jakarta (13/6).

Posko terbagi menjadi dua kategori, yaitu tingkat pusat (posko monitoring) dan tingkat cabang (posko terpadu). Dalam pembentukan tim posko terpadu, Angkasa Pura Airports berkoordinasi dengan pihak-pihak eksternal seperti Otoritas Bandara, TNI, Polri, KKP, hingga groundhandling dan airlines.

Setiap posko terpadu di bandara dilengkapi dengan jaringan CCTV yang terkoneksi dengan posko nasional di Kementerian Perhubungan, dan beroperasi mulai H-12 (24 Juni 2016) hingga H+10 (17 Juli 2016).

“Untuk peningkatan layanan kepada penumpang, kami juga telah meningkatkan value added, seperti pemberian lebih dari 7000 takjil per hari kepada penumpang di bandara, peningkatan level of service, melakukan pengaturan extra flight, hingga pengoperasian Contact Center Bandara 172 yang beroperasi 24 jam,” terang Wendo.

Tahun ini diperkirakan pergerakan penumpang pada masa mudik lebaran 2016 sebanyak 3,7 juta penumpang, atau naik 4,48% dibandingkan tahun 2015.

“Estimasi puncak kepadatan penumpang arus mudik angkutan lebaran 2016 adalah H-5 sampai dengan H-3, sementara untuk arus balik adalah H+3 hingga H+4,” jelas Wendo.

Mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Angkasa Pura Airports juga menambah tenaga pengamanan bandara dari TNI/ Polri beserta aparat setempat.

Perbaiki Runway 10 Bandara

Untuk meningkatkan pelayanan dan keandalan fasilitas sisi udara, Angkasa Pura Airports juga melakukan program perbaikan runway di 10 bandara. Bandara-bandara tersebut antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara El Tari Kupang.

“Pertumbuhan trafik lalu lintas udara di Indonesia yang tinggi dan beban pesawat yang besar menyebabkan runway menjadi fatigue atau cepat rusak,” kata Wendo.

Ia melanjutkan dengan memberi contoh,  “Pesawat-pesawat besar seperti Boeing 777-300, Boeing 747-400, dan Airbus 330 memiliki beban yang tidak sesuai dengan desain peruntukan awal runway ketika dibangun, sehingga struktur runway mengalami kerusakan dengan cepat.”

Oleh karena itu, sejak tahun 2014, Angkasa Pura Airports telah melaksanakan program perbaikan dan peningkatan keandalan fasilitas runway di 10 bandara.

“Perbaikan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keandalan fasilitas landasan pacu (runway) dan keselamatan penerbangan. Total anggaran untuk perbaikan ini mencapai Rp1,16 triliun, dengan lama pengerjaan bervariasi 3 hingga 38 bulan,” ujar Wendo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *