Airport Security Committee Melumpuhkan Pembajakan Pesawat Angkasa Air

img-20161209-wa0006

Manado – Bandara Sam Ratulangi diramaikan dengan kejadian pembajakan pesawat pada Jumat (9/12). Pilot pesawat Angkasa Air dengan tipe pesawat Dash 8 melaporkan hal tersebut setelah pesawat mendarat.

Pesawat yang mengangkut 51 orang tersebut mendarat melalui runway 18 pukul 15.00 WITA. Sesaat setelah parkir di parking stand 11, tower menerima informasi bahwa ada beberapa penumpang melakukan penyekapan terhadap penumpang lain dengan senjata api. Hal ini membuat panik penumpang lain yang berada di pesawat.

Suasana semakin panas ketika para pembajak mengancam akan meledakkan bom jika tuntutan sejumlah uang dan pengisian ulang bahan bakar pesawat (refueling) tidak dikabulkan. Tak lama kemudian, Bandara Sam Ratulangi dipadati pasukan pengamanan TNI AU, Tim Penanggulangan Anti Teror, Jibom, dan Tim Negoisator Satuan Brimob.

Namun, tak perlu khawatir, seluruh kejadian tersebut merupakan rangkaian skenario Latihan Pengamanan (Security Exercise) yang dilaksanakan Airport Security Committee Bandara Sam Ratulangi. Selain latihan berskala besar yang dilaksanakan 2 atau 3 tahun sekali, security exercise juga merupakan latihan parsial yang dapat dilaksanakan 1 tahun sekali.

“Tujuannya untuk mengukur dan mengetahui tingkat koordinasi antaranggota Airport Security Committee, sekaligus menguji tingkat relevansi dari SOP ketika terjadi keadaan darurat dengan pendekatan pengamanan yang real time atau mendekati kejadian nyata,” ungkap General Manager Bandara Sam Ratulangi, Nugroho Jati.

Airport Security Committee (ASC) merupakan suatu forum yang didirikan untuk menerapkan Program Pengamanan Bandar Udara, menkoordinasikan penerapan prosedur keamanan dan langkah-langkah pengamanan di Bandar Udara, serta menyediakan informasi untuk mengembangkan Program Pengamanan Bandara. Untuk anggota ASC Bandara Sam Ratulangi sendiri, terdiri dari Otoritas Bandara Wil. VIII, Lanudal Sam Ratulangi, Brimob, Airnav, CIQ, dan Airlines.

Dalam latihan tersebut, pembajakan pesawat (hijacked) masuk dalam kategori kondisi darurat merah sehingga sesuai dokumen Airport Security Program (ASP), komando pengendalian diserahkan General Manager Bandara Sam Ratulangi kepada Komandan Lanud Sam Ratulangi.

Sementara anggota ASC lainnya bergerak sesuai tugas bidangnya masing-masing, seperti Tim Jibom dan anti teror yang menjinakkan bom dan teroris di area terminal, pasukan TNI AU mengamankan pembajakan pesawat, bantuan pengamanan area bandara dilaksanakan oleh Aviation Security (Avsec), Lanudal, Polsek Bandara, dan kompi bantuan Rider 712, sementara petugas airline membantu evakuasi penumpang ke ruang isolasi.

Latihan ini berakhir dengan dijinakkannya bom dan pengamanan terhadap para pembajak pesawat yang diserahkan kepada TNI-AU. “Latihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi antarstakeholder di bandara sehingga masing-masing pihak dapat mengetahui tugas dan tanggung jawabnya jika terjadi keadaan darurat di area bandara,” ucap Danlanud Sam Ratulangi Djoko Tjahjono.

“Selanjutnya, atas hasil latihan ini masing-masing anggota ASC akan mengevaluasi kembali SOPnya untuk diharmoniskan bersama,” tutupnya. [Humas Bandara Sam Ratulangi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *