Bandara Angkasa Pura Airports Raih Penghargaan Pelayanan Prima 2016

news-149

Jakarta – Sepuluh bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura Airports berhasil meraih penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik di Lingkungan Perhubungan tahun 2016. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Senin (19/9).

Penghargaan Pelayanan Prima 2016 yang diraih oleh bandara-bandara Angkasa Pura Airports antara lain penghargaan Prima Utama untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Juanda Surabaya.

Kategori penghargaan Prima Madya diraih oleh Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Lombok, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sedangkan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin meraih penghargaan Prima Pratama.

“Kami bersyukur atas penghargaan dan apresiasi yang diterima oleh 10 bandara Angkasa Pura Airports. Penghargaan yang diraih ini semakin memantapkan bahwa standar pelayanan bandara-bandara Angkasa Pura Airports makin merata dan sejalan dengan tekad ‘No Airport Left Behind’ yang tengah kami kejar,” ujar Wendo Asrul Rose, Direktur Operasional Angkasa Pura Airports.

“Hal ini juga akan semakin memotivasi kami untuk terus meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang prima kepada pengguna jasa bandara,” lanjutnya.

Penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik di Lingkungan Perhubungan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan berkala setiap dua tahun sekali oleh Kementerian Perhubungan.

Penilaian penghargaan ini dilakukan secara independen oleh tim penilai yang diketuai oleh Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Bidang Pelayanan Publik dan beranggotakan Wakil Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ombudsman RI, akademisi, pengamat transportasi, dan jurnalis.

Pelaksanaan penilaian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2016. Penilaian ini memiliki sembilan kriteria, diantaranya visi, misi, motto pelayanan, standar pelayanan, sistem mekanisme prosedur, sumber daya manusia, sarana – prasarana pelayanan, serta pengananan pengaduan.

Selain itu, penilaian juga berdasarkan atas survei kepuasan masyarakat, sistem informasi pelayanan publik, dan produktivitas dalam pencapaian target pelayanan. [AD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *